Jakarta - Banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara, yang
tinggi mempersulit langkah evakuasi. Karena tingginya genangan air,
jenazah Pratiwi tak bisa diangkut dengan ambulans atau perahu, tapi
harus mengunakan kendaraan perang Amfibi.
Pratiwi dirawat sejak dua minggu lalu di RS Pluit karena kanker. Hari ini, Minggu (20/1/2013), ia meninggal. Berbalut kain mori dan ditutup payung hujan, jenazah diangkut dengan menggunakan perahu melintasi genangan air sebetis.
Di Penjaringan, akhirnya jenazah dioper ke Amfibi untuk mempercepat dan mempermudah pangangkutan. Sejumlah warga membantu proses pemindahan jenazah. Kemudian warga mengiringi kendaraan tersebut.
Jenazah dibawa ke Pelabuhan Sunda Kelapa, sekitar 3 km dari RS Pluit. Di sana, keluarga sudah menunggu. Rencananya, hari ini juga jenazah akan dimakamkan.
Pluit termasuk kawasan terparah yang terkenak banjir. Marinir TNI AL mengerahkan tiga kendaraan Amfibinya. Selain untuk mengevakuasi, kendaraan tersebut juga digunakan untuk menyuplai logistik ke warga yang masih bertahan.
Pratiwi dirawat sejak dua minggu lalu di RS Pluit karena kanker. Hari ini, Minggu (20/1/2013), ia meninggal. Berbalut kain mori dan ditutup payung hujan, jenazah diangkut dengan menggunakan perahu melintasi genangan air sebetis.
Di Penjaringan, akhirnya jenazah dioper ke Amfibi untuk mempercepat dan mempermudah pangangkutan. Sejumlah warga membantu proses pemindahan jenazah. Kemudian warga mengiringi kendaraan tersebut.
Jenazah dibawa ke Pelabuhan Sunda Kelapa, sekitar 3 km dari RS Pluit. Di sana, keluarga sudah menunggu. Rencananya, hari ini juga jenazah akan dimakamkan.
Pluit termasuk kawasan terparah yang terkenak banjir. Marinir TNI AL mengerahkan tiga kendaraan Amfibinya. Selain untuk mengevakuasi, kendaraan tersebut juga digunakan untuk menyuplai logistik ke warga yang masih bertahan.
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar