Tol Jakarta-Merak di kilometer 57 Serang, Banten, putus karena banjir,
Kamis (10/1/2013). Banjir disebabkan meluapnya Sungai Ciujung.
TANGERANG, KOMPAS.com - Jalan tol Tangerang - Merak
kembali terendam banjir dan kali ini terjadi di Kilometer 38, meski
masih dapat dilalui kendaraan, Kamis (17/1/2012).
"Banjir terjadi
karena Sungai Cimanceuri-Balaraja yang melewati jalan tol meluap," kata
Kepala Divisi Hukum dan Humas PT Marga Mandala Sakti, Indah Permana
Sari, di Jakarta, Kamis.
Indah mengatakan, banjir terjadi sejak
Rabu (16/1/2013) dengan ketinggian air sampai 40 sentimeter untuk jalur B
(Merak - Jakara), sedangkan arah sebaliknya ketinggian air 10
sentimeter.
Menurut dia, PT MMS bersama kepolisian mengatur lalu
lintas untuk kendaraan besar di jalur 1 (jalur lambat), sedangkan
kendaraan kecil di jalur 2 (jalur cepat). Sedangkan untuk arah
sebaliknya seluruh lajur masih dapat dilewati semua kendaraan dengan
ketinggiaan air rata-rata 100 sentimeter.
Akibat genangan yang
terjadi di jalur B menimbulkan kemacetan yang sangat parah pada pukul
16.00 antrean kendaraan sudah mencapai di Kilometer 41.
Genangan
itu tepatnya setelah akses keluar gerbang tol Balaraja Barat jalur B
sedangkan panjang genangan sekitar 300 meter. Indah mengatakan,
genangan banjir di Kilometer 38 masih terjadi dengan ketinggian air
sekitar 10 - 20 sentimeter sehingga dapat dilewati semua kendaraan.
Terkait
dengan banjir di jalan tol Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad
Gani Ghazali berjanji untuk berkoordinasi dengan Ditjen Sumber Daya Air
Kementerian PU.
"Mereka yang memiliki kewenangan dalam menata
sungai termasuk menata kembali lingkungan di hulu sungai," kata Ghani.
Sumber : Antara
Editor : Kistyarini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar