Minggu, 20 Januari 2013

Jerman Juga Pernah Kebanjiran

Komentar plesetannya … mana mungkin? Kan yang turun salju bukan air kayak di Indonesia ….


Bukan … bukan begitu! Penyebabnya, Jerman punya rahasia. Namanya ramah lingkungan! Tidak hanya oleh pemerintah, rakyatnya juga … semuanya!

13586076481451298315
Hujan salju, banjir salju

***

Negeri sebesar AS juga langganan bencana

Sepasang suami istri asli Jerman baru saja mengunjungi kami. Mereka ini bercerita barusan honey moon di Amerika. Saya yang belum pernah ke negeri besar itu, tertarik, tanya-tanya pada si wanita, sebut saja, Nicole. Apalagi suaminya lagi gayeng, asyik membicarakan soal perusahaan, dengan suami saya ….


“Nggak ketemu Tornado, kan?” Saya penasaran menanyakan bencana yang selalu datang awal musim panas di negeri pimpinan Obama ini. 


“Wah untung, nggak. Memang sengaja agen tur memilihkan tanggal yang tidak riskan sesuai pengalaman terdahulu …” Perempuan berkacamata itu tersenyum, beberapa hari setelah mereka bertolak ke Jerman, bencana memang baru mulai di Amrik. Banjir memang dikatakan sebagian orang Jerman sendiri sebagai kejadian langka di Jerman.


“Syukurlah. Saya waktu lihat reportase di Amerika itu juga ikut mikir, wah, kasihan, mana Nicole sama Mark lagi bulan madu disana, gimana ya? Gitu. Ehhhh sekarang malah barusan Sandy, ya?`“ Kamipun mengulas badai yang namanya cakep tapi ganas itu. Seingat saya, seorang tetangga yang tinggal di sana dikabarkan meninggal. Selama di tempat penampungan, ia pernah keluar mengendarai mobil dan mengalami kecelakaan karambol. Dari beberapa mobil, tidak ada yang meninggal, kecuali wanita umuran 68 tahun itu. Prihatin.


“Alah, biasaaa … Amerika, Gana. Waktu kita nyari makan, masih banyak kok tempat styrofoamnya … lalu sampah wahhh … kotor, berantakan. Nggak kayak di kita?“. Kita? Saya kan orang Indonesia yang tinggal di Jerman. Kalau maksudnya “seperti di Jerman“, saya bisa mengangguk cepat-cepat. Indonesia tidak lebih baik dari AS soal lingkungan … belum. Kalau Jerman, saya pandang sudah mengerti, memahami dan mengikuti sekali upaya mencintai dan melestarikan lingkungan untuk masa depan, Umweltbewusst, bahkan dimulai sejak dini. Lihatlah … anak TK sudah diajari memilah sampah bio, kertas dan plastik. Bocah SD sudah tahu bahwa sampah baterei, CD, bolam lampu cs tidak boleh dibuang sembarangan karena ada tempat khususnya disekolah. Para remaja sudah tahu bahwa sebelum mereka 17 tahun lebih baik naik bis, selain ramah lingkungan … lebih murah dan lebih ramai. Ibu-ibu sudah mahir memilah sampah, hingga tak perlu membakar plastik atau membuang sampah di kali seperti di nusantara. Bapak-bapaknya taat untuk mencatatkan sampah besar yang hendak diangkut perusahaan yang bersangkutan (bukan membuangnya di hutan atau kali, seperti jaman kakek nenek Jerman, 40 tahunan yang lalu). Semua sudah teratur, ada tempatnya pula (sarana-prasarana lengkap=motivasi).


Hanya dua wilayah Jerman yang diperkirakan banjir kecil

Saya bukan ahli lingkungan bukan pula orang yang pernah langsung terjun saat banjir terjadi di Jerman. Saya hanya orang asing yang tinggal di Jerman dan mengamati iklim negeri yang saya tumpangi ini setidaknya tujuh tahun terakhir ini.

1358608436725050552
Bantaran sungai Donau, bebas dari bangunan


Dari keempat musim Jerman, ada sebuah musim yang kadang sering bikin sungai-sungai meluap, musim salju. Kalau melihat aliran Donau yang cepat (beberapa meter sebelum lingkaran menuju stasiun KA Tuttlingen, atau disekitar Marktplatz Tuttlingen, Realschule Hermann Hesse Tuttlingen, atau tempat lain yang dilewati si Donau ini), saya kadang mak tratab, hati deg-degan. Takut kenter, terhanyut bersama air yang permukaannya hampir menyamai jalan. Duhhh … gaya saya kan batu, man.

1358610617253978460
Stasiun KA Köln


Belum lagi sungai Rhein yang pernah membuat Köln dan Düsseldorf cincing-cincing kebanjiran (sekitar natal 2012). Köln sendiri pernah mengalami banjir sejak 1926, 1993 1995, 2003 hingga 2012. Dua kota tersebut banyak ditanami gedung tinggi, nyakar langit.

1358610699561160097
Gedung di Düsseldorf


Yup. Rumah kami ada di ketinggian 700-800 an m diatas permukaan air laut, dimana gunung di ujung gang ada pada 990 m. Kami tinggal di daerah Baden-württemberg. Kawasan kota kami dilewati sungai Donau. Sungai dengan yang mengalir sepanjang 2.860 km ini menjalar hingga Budapest (Hungaria) dan Viena (Austria). Sebuah legenda alam yang menakjubkan bukan? Ia tak hanya menjadi simbol energi air, sumber kehidupan dan tampang lingkungan saja, melainkan sebagai pemersatu negeri-negeri tetangganya. Sebuah pertempuran sungai ini (dari tiga negara) bisa kita amati jika menikmati kapal di Passau.

13586086411893214511
Pertempuran aliran tiga sungai dari tiga negara


13586085531801965994
Bukti sejarah banjir di Passau


Passau pernah juga banjir, … terakhir, tahun 2003 (phase III). Melihat dari perkembangan kebanjiran tahun 1501 (tertinggi), 1595, 1787, 1862, 1895, 1899, 1954, 2002 (terendah) ini, lebih baik, berarti upaya pemda dan masyarakat menunjukkan hasil yang signifikan ….


Hmmm. Musim salju. Sedikit lega bahwa baru saja (18.1.2013), saya mendengar kabar berita negeri sosis ini bebas dari banjir. Hanya kawasan Sachsen dan Brandenburg saja yang kena Warnung (red: peringatan datangnya banjir kecil), lain tidak. Wow, hebat, bukankah Jerman memiliki 16 negara bagian? (Bayern, Baden-Württemberg, Rheinland-Pfalz, Hessen, Thüringen, Sachsen, Niedersachsen, Nordrhein-Westfallen, Schleswig-Holstein, Mecklenburg-Vorpommern, Berlin, Hamburg, Bremen, Saarland, Sachsen dan Brandenburg). Kalau dari 16 hanya 2 saja yang ditaksir akan kebanjiran (skala mini), berarti nilainya sudah bagus, sayang tidak ada penghargaan lingkungan bagi kota-kota di negeri sosis ini. Miris, ingat adipura.


Saya tidak tahu perbandingan di Indonesia, dari 33 propinsi, berapa yang kena dan berapa pula yang terhindar. Untung orang tua saya bercerita tidak kebanjiran. Pernah tergenang semata kaki lalu cepat surut, katanya (tiga hari yang lalu kalau tidak salah …).


Bagaimana cara Jerman mencintai lingkungannya?

Menyelamatkan lingkungan tak hanya dari doa dan rencana saja. Harus ada usaha yang dilakukan beberapa pihak (termasuk dari diri sendiri, dari rakyat bukan hanya dari pemerintah saja). Nah, banyak hal yang telah dibangun pemda dan diikuti atau dilakukan masyarakatnya.


    1. Sampah biasa

Di setiap rumah setidaknya ada 4 tong sampah (biru bertutup biru untuk kertas, hitam bertutup kuning untuk plastik, coklat bertutup coklat untuk bio dan hitam bertutup hitam untuk sampah segala. Tambahannya adalah tong hitam bertutup oranye untuk pembalut anak-anak/pembalut lansia. Pembayarannya per tahun, pengambilan sampah dijadwalkan hari senin (plastik), selasa (kertas), rabu (bio) dan Kamis (segala), misalnya.


Kalau di kampung tempat saya dibesarkan, mungkin saja orang masih bingung kemana harus membuang sampah (yang banyak). Sudah gitu ada sampah, tongnya raib dicuri. Atau terlalu kecil jadi berserakan tumpah dan jatuh ke selokan (bikin mampet gorong-gorong), pemilahan jenisnya rancu (dirumah dibagi-bagi, di TPA dicampur jua) ….


    2. Sampah besar

Waktu suami saya masih kecil dan sering diajak jalan-jalan ke hutan oleh kakek, biasa menemukan sampah seperti mobil tua, sepeda, ban, kursi dan sebagainya. Ini tak ubahnya tahun 2012 lalu di Hungaria, kami puter-puter naik kereta kuda ke hutan, pemandangannya adalah hutan hijau dan … warna putih, lho, itu kan tumpukan kulkas!!!

Untung saja, sekarang, Jerman sudah rapi pembuangan sampah besar ini. Bayangkan kalau harus membuang kasur yang sudah berjamur, TV besar tapi rusak ….


Di Indonesia mungkin di kali, di sini tidak boleh. Tidak dipungut biaya, kok, asal memberitahu perusahaan yang ditunjuk, lewat email (mengisi data pribadi dan data barang apa saja yang akan dibuang). Selanjutnya perusahaan akan menghubungi balik dengan melampirkan kapan tanggal pengambilan barang yang harus diletakkan didepan rumah, bagian yang terlihat dan bisa dijangkau truk pengangkut.


    3. Penebangan pohon dengan ijin

Menebang pohon ada SIM nya. Kursusnya tiga hari, bersertifikat (cara memotong yang baik dan benar, safety (helm, jaket dan celana pengaman) dan P3K, serta penggunaan dan pemeliharaan alat-alat tebang elektronik). Kalau tidak salah seharga 125 euro.

Menebang pohon di hutan membutuhkan ijin pemda. Biasanya ada sistem lelang untuk Reisverschlag (baik yang belum dipotong atau sudah dipotongkan oleh petugas pemda, dari ukuran kecil sampai besar). Harganya beragam mulai 15 euro sampai dengan 500 euro (12 meter). Uang ditransfer lewat rekening dan bukti pembayaran serta pembelian kayu harus dibawa sebagai pegangan saat memotong/mengambilnya.


Petugas hutan itu yang mengatur pohon mana yang harus ditebang dan tidak dan seterusnya, demi terjaganya hutan. Iapun sering kontrol di hari-hari tertentu.


Kalau di Indonesia … bisa jadi masih rawan pencurian kayu di hutan, penebangan ilegal dan kasus sejenisnya.


    4. Perbaikan dan pembersihan gorong-gorong

Program ini biasanya tidak hanya dilakukan setahun sekali. Mobil besar, beberapa pekerja, tanda palang atau peringatan ada perbaikan. Sebuah diorama yang unik. Musim panas lalu, ada perbaikan saluran di tengah-tengah jalan yang bertutup bundaran besi itu, di gang bawah. Minggu ini, proyeknya sudah sampai di gang sebelah. Mau motret kok lupa bawa HP, takut kedinginan salju, hehe.


Gorong-gorong Jerman saya lihat besar. Karena kami didaerah yang tinggi, suara percikan air yang mengalir di dalamnya amat deras dan lancar. Mungkin karena air selalu mencari tempat yang rendah, mungkin air tidak tersumbat … lancarrrrr.


    5. Sumur/gentong tadah hujan dan berkebun

Beberapa orang yang memiliki rumah dengan desain lama seperti rumah kami, masih memiliki sumur tadah hujan yang merupakan aliran dari pralon atap rumah. Karena saya suka berkebun, suami menambah dengan tiga gentong besar untuk menyirap tanaman. 


Berkebun sendiri merupakan hobi sebagian besar orang Jerman yang tinggal bukan di pusat kota. Lahan rumah yang luas pastilah lebih mampu menyerap air hujan atau lelehan dari salju kena sinar matahari.


    6. Tidak membakar sesuatu sembarangan

Pengetahuan tidak membakar plastik atau kayu yang memiliki bahan aktif perusak ozon (seperti kayu dari bahan bangunan rumah, kata Kaminfeger) wajib dimengerti mereka yang memiliki oven pemanas ruangan (baik besar maupun kecil).


    7. Budaya wandern

Wandern atau berjalan kaki di tempat terbuka, sudah menjadi tradisi turun temurun. Suami saya sering bercerita betapa dahulu kekeluargaan amat terasa. Dimana kakek neneknya dikelilingi anak-anak dan para cucu. Sesekali di hutan, sebentar ke pegunungan. Selain menghirup udara segar, menyegarkan otak, melestarikan persaudaraan, melatih otot kaki, juga sejenak meredam asap motor.


Apa usulan Jerman pada dunia yang selalu kebanjiran?

Michael Palomino (keturunan Jerman, lahir di Swiss), pemerhati sosial dan lingkungan dunia itu mengamati situasi banjir yang terjadi dari waktu ke waktu. Ia mengusulkan beberapa gagasan yang bisa dimengerti untuk keselamatan alam di masa mendatang:


    1. Penyelamatan hutan seisinya.


  2. Pelarangan pembangunan bantaran sungai untuk perumahan atau pabrik.


Ini tak ubahnya kota Tuttlingen yang meruntuhkan perumahan dan pabrik/toko lama di bantaran sungai Donau menjadi sebuah taman hijau! Ini benar mengurangi banjir yang 30 tahunan yang lalu masih jadi langganan.


   3. Pembangunan rumah tak lebih dari 8 lantai baik di dataran biasa atau pegunungan.


    4. Penekanan pembangunan jalan dan gedung.


   5. Jalan tol sebaiknya tidak diperbanyak, sekalipun ada pembangunan, mencontoh Belanda yang memiliki banyak jalur sepeda. Apalagi ditambah dengan jalur hijau disekitarnya.


   6. Tinggalkan rumah kaca dengan memanfaatkan energi angin, panas bumi dan matahari yang dapat diperbarui, demi mengurangi efek gas yang berbahaya bagi atmosfir bumi.


Dipikir-pikir … usulannya bisa menjadi langkah antisipasi yang baik. Lebih baik mencegah daripada mengobati atau … sedia payung sebelum hujan. Bresss! (G76)

http://www.kompasiana.com/gaganawati 


Sumber:

    1. Pengalaman pribadi

  2. “DIE HÖLLE IST DA - und alle schauen zu“ (red: Ozon telah berlubang, orang tak bisa berbuat apa-apa …)
Free Music Sites
Free Music Online

free music at divine-music.info

1 komentar: